Cute Rocking Baby Monkey

Sabtu, 22 Februari 2014

I Would - One Direction

One Direction I Would is a track from their album "Take Me Home".


 
Lately I found myself thinking
Been dreaming about you a lot
And up in my head I'm your boyfriend
But that's one thing you've already got

He drives to school every morning
While I walk alone in the rain
He'd kill me without any warning
If he took a look in my brain

Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would (I would)
Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would

Back in my head we were kissing
I thought things were going alright
With a sign on my back saying ‘kick me'
Reality ruined my life

Feels like I'm constantly playing
A game that I'm destined to lose
'Cause I can't compete with your boyfriend
He's got 27 tattoos

Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would (I would)
Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would (I would, I would)

Would he please you?
Would he kiss you?
Would he treat you like I would (I would)?
Would he touch you?
Would he need you?
Would he love you like I would?

Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would

Would he please you? Would he please you?
Would he kiss you? Would he kiss you?
Would he treat you like I would? (like I would)
Would he touch you? Would he touch you?
Would he need you? Would he need you?
Would he love you like I would?

Would he say he's in L-O-V-E?
Well if it was me then I would (I would)
Would he hold you when you're feeling low?
Baby you should know that I would, I would, yeah, I would, yeah.

Minggu, 16 Februari 2014

Gombal VS Galau

Gombal VS Galau

“Bunda, Melia berangkat dulu ya” (beranjak dari teras langsung berjalan mencari Bunda untuk pamit dan mencium tangannya) ribet nggak dibayangin? Intinya begitulah.
“Iya, sering-sering berangkat pagi Mel” kata Bunda sambil melihatku menuju motor.
“Jamnya tadi mati Bun, Melia kira udah telat” jawabku sambil menoleh kepada Bunda
“ohh…jangan dibelikan baterai ya Mel! Biar kamu berangkat pagi terus” kata Bunda sambil tersenyum. “yahh….itu sih efek 2M bun” Jawabku sambil nyengir. “apa lagi tuh kepanjangannya Mel?” Tanya Bunda penasaran. “makan dan mandinya Melia ‘kan lemot, Bun” Jawabku polos. “hahaha…..kamu sadar sendiri, ya sudah berangkat sana” jawab Bunda dengan ketawa kecilnya. “Siap Bunda!” Jawabku.

***
Setelah sampai disekolah, suasana yang sangat jarang aku temui. Para siswa masih bisa dihitung dengan jari telunjukku alias belum ramai. Selama perjalanan ke kelas, aku asyik mendengarkan lagu Bondan Prakoso disusul Jamrud pada I-podku. Semakin dekat dengan kelas, dari celah jendela terlihat Vita teman sekelasku sedang sibuk piket kelas hari ini.


“Selamat pagi, Vita” Sapaku dengan senyum merekah. 

“Tumben berangkat jam segini, Mel” Kata Vita sambil nyengir. 
“Yahhh…..jawab sapaku dulu kek” kataku dengan nada kesal. 
“Uppss….Sorry! Good Morning Melia” jawab Vita dengan gaya Britishnya. 
“haduuhh…..Vita, Vita….turun pamor kalau kamu ngomong English. Bedo’ Jawamu itu lohh masih kental banget. Whuahahaha” Ledekku pada Vita. 
“yahh…terserah kamu saja Mel.” Jawab Vita dengan nada kesal.



Jam terus berputar! uppss…..maksudku waktu terus berputar. Semakin lama, semakin banyak kaki yang berjalan menuju kelas masing-masing untuk menimba ilmu (bukan menimba air ya! Itu beda lagi). Sementara aku sangat menikmati pemandangan disekitar sekolah yang penuh penghijauan sambil duduk di depan kelas dan sibuk mengutak-atik I-podku.


Yo’ Ku jelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas, karena gak ada kelas
Di ruang mata ini, kamar ini serasa luas
Letih dan lelah juga, lamba-lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkonganku pun puas
Mulai kutulis semua kehidupan di kertas
Hari-hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was-was dan gerakku yang terbatas
Reff: Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedy
Senang bahagia, hingga kelak kau mati

Aku ikut bernyanyi setiap lagu pop asli Indonesia yang kudengar dari I-podku. Tiba-tiba kudengar suara: Tuttt….Tuuttt…..Tuuttt….(bukan suara kentut, tapi bel masuk sudah berbunyi). Aku segera bergegas ke kelas, sebelum pelajaran dimulai. Kami sarapan rohani terlebih dahulu atau membaca do’a agar Tuhan juga membantu perkembangan Ilmu kami.

Yap…..15 menit berlalu. It’s time to study. Pelajaran pertama kebetulan gurunya sedang ada pelatihan diluar kota, jadi kelasku mendapat pesan untuk mengerjakan latihan soal yang ada di buku paket masing-masing. Di tengah mengerjakan soal, aku baru sadar ada temanku yang sedang asyik diam, melamun, dan melototin buku paketnya doang. Namanya Raisha, biasanya dia selalu meramaikan kelas dengan kejailannya bersamaku. Tapi, sayang sekali hari ini dia hanya diam. Aku berharap dia bukan sakit gigi, biasanya kalau sakit gigi ‘kan jarang bicara.

Hampir 1 jam berlalu, kelas ku sangat-sangat sunyi, sepi, dan hening layaknya kuburan. Akhirnya kursi paling belakang ada yang nyeletuk nyanyi lagu-lagu pop (bukan kursinya yang nyanyi ya, tapi temanku yang duduk di kursi paling belakang) dan teman-teman termasuk aku juga ikut bernyanyi untuk memecah suasana serius kami karena soal-soal tersebut. Tetapi, Raisha masih saja terdiam tanpa respon sedikitpun. Kemudian, Vita teman sebangkunya mencoba bertanya keadaannya, tetapi Raisha tetap ‘tak menggubris. “sepertinya Raisha sedang galau” tebakku dalam hati

Karena penyakit penasaran plus jailku lagi kambuh, aku coba memberanikan diri untuk jailin dia. Tapi jailnya bukan ikat tali sepatunya atau mainin penghapus whiteboard yang biasa akku tempelin di tangan teman-teman. Kalau itu yang aku lakuin, maka niat aku untuk menghibur malah salah jalur nanti. Hari ini jailku beda, spesial untuk Raisha partner Jail dikelasku. Cukup lama aku mikir, nggak tau kenapa langsung dapat wangsit buat ngegombal aja. Siapa tau ampuh buat memberantas kegalauannya. Akhirnya aku tutup buku, dan beranjak untuk menghampiri Raisha dan duduk disampingnya. Kebetulan Vita lagi nabung di toilet (Gubrak).

“Ehemm..Ehemm..Sha, buku siapa ini? Keren sampulnya” kataku memulai pembicaraan. 
“Milikku, Mel” Jawab Raisha singkat tanpa menoleh sedikit pun. 
“Wahh…indah ya, seindah parasmu” kataku sambil nyengir. 
Tiba-tiba Vita langsung menghampiriku dan berkata 
“Emangnya wajah Vita mirip sampul ya?”. 
“Iya, sampul hatiku. Udah selesai kamu nabung?” tanyaku. 
“udah..lega rasanya! Hehe” jawab Vita. 
“selega hatiku jika melihat Raisha tersenyum merekah kembali ‘bak mawar merah” kataku menggombal lagi. 
“wahh….parah nih, cewek digombalin juga sama Melia” kata Vita dengan wajah curiga. 

Tiba-tiba Raisha menoleh dan langsung memegang dahiku dengan punggung tangannya. 
“suhu tubuhmu nggak panas, whuahahaha…Mel, Mel kebanyakan nonton Fesbukers kamu ya? Gombalan kamu buat perutku nggak bisa nahan ketawa” kata Raisha sambil memegang perutnya. 
“gitu dong ketawa! Kenapa sih kamu tadi diam aja?” tanyaku penasaran.
“ohhh…..galau gara-gara Revan cowokku” jawab Raisha dengan santainya.

Setengah jam Aku dan Vita sempatkan waktu mendengarkan curhatan Raisha. Ternyata galau karena diselingkuhin. Hmmmm…..zaman sekarang pacar nggak cukup satu. Jadi, Aku sih nggak mau repot mikirin soal playboy atau playgirl. Karena karma itu masih berlaku, bisa dibilang hukum sebab-akibat kata guru fisika. Karena setelah putus dari Raisha, si Revan malah diselingkuhin sama pacar pertamanya dan dia juga harus pindah sekolah karena orang tuanya terancam bangkrut. Apes banget hidupnya. Tapi dari kegalauan yang dirasakan Raisha, aku bisa tau kalau hadiah atau kata-kata motivasi memang bisa melawan galau. Tapi yang lebih ringan tanpa ngerepotin diri sendiri itu adalah “ngegombal”. Ada kesan tersendiri digombalin begitu.
***

Keesokan harinya Raisha malah gantian ngegombalin aku dan dia enjoy setelah mutusin Revan.

“Mel, kamu tau nggak perbedaan kamu sama matematika?” Tanya Raisha padaku sambil menjambret I-podku untuk mengecilkan volumenya. 
“nggak tau, emangnya apa?” tanyaku penasaran. 
“kalau matematika semakin dipelajari semakin buat aku pusing, tapi kalau pelajarin kehidupan kamu semakin buat aku nambah cinta” jawab Raisha dengan ekspresi serius. 
“whuahahaha…..ueekkk nggak mempan gombalannya mbak’e” ledekku.
“dasaar…coba balas gombalanku” tantang Raisha kepadaku. 
“Okay, aku mikir dulu. Nahhh…ada nih! Dengerin baik-baik ya. 
“kataku dengan serius. 
“ya aku dengerin, emangnya apa?” Tanya Raisha. 
“Kamu tau nggak persamaan kamu sama I-podku?” Tanyaku. 
“emangnya apa persamaannya?” Tanya Raisha penasaran. 
“I-podku ini sudah lama aku bawa kemana-mana dan aku nggak bisa hidup tanpa dengerin musik, sama seperti kamu yang selalu aku pikirin kemanapun aku pergi karena kamu itu hidupku”. Jawabku dengan nada puitisasi.
“wahh…kereenn…kereenn…kamu menang deh, Mel.” Kata Raisha sambil bertepuk tangan. Tiba-tiba Vita yang baru datang langsung bernyanyi untuk Raisha. “Sha, ini lagu buat kamu”

Hidupku sangat sempurna
menikmati hidup yang aku punya
berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy
 

THE END

Kamis, 13 Februari 2014

Yaelaaah (a short story)

yaelaah

Yaelaaah (a short story)

Disebuah kafe di bilangan kemang

Rizka sedang duduk sambil melihat ke sekeliling. Suasana malam minggu yang cukup ramai. Ia melongok ke ponselnya, hanya untuk melihat empat digit angka yang menunjukkan waktu. Mungkin kalau ponselnya bisa bicara, dia akan berkata stop clockwatching girl. Jus jeruk yang ia pesan sudah habis setengahnya. Pengunjung kafe lain sudah larut dalam pembicaraan yang asyik dengan teman atau pacar mereka

“Kemana sih, kok lama banget,” eluhnya dalam hati.

Pandangan Rizka tertuju kepada seorang pria yang baru saja datang ke dalam kafe.

“Gila…, ganteng banget.”

Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa melalui persetujuan otak besarnya. Pria muda yang sepertinya berusia 25 tahunan, seumuran dengannya. Rambutnya berdiri, kulitnya putih, dengan badan yang atletis. Sebuah senyum meluncur dari pria itu kepada Rizka ketika ia mendapati Rizka melihatnya tanpa kedip. Rizka langsung tersenyum malu.

Mungkin Tuhan butuh waktu lama untuk menciptakan setiap lekuk pria itu. Pria itu berjalan dengan tegap dan gagah ke arah Rizka. Apakah dia tiba-tba datang untuk berkenalan dengannya ? Rizka memang sudah dandan habis-habisan malam minggu ini dan dia masih single. Pria mana yang tak tertarik dengan tubuh molek dan wajah canatiknya.

      Rizka makin melebarkan senyumnya dan berdiri, hendak menyapa pria itu. Ia yakin 100 persen pria itu datang untuk menemuinya. Pria itu masih saja tersenyum kepada Rizka. Rizka menjulurkan tangannya ketika pria itu sudah dekat sekali dengan mejanya.

“Hai…,” sapa Rizka pelan.

Wuss. Pria itu melewati Rizka dan duduk di meja yang berjarak dua meja darinya. Rizka langsung duduk dan menutup wajahnya karena malu. Salah seorang pengunjung kafe yang duduk di depan Rizka menutup mulutnya yang sedang menertawakan kejadian tadi.

“Aduh bego banget sih gw,” kata Rizka dalam hati.

Selama semenit ia tak berani melihat ke sekeliling.

“Hai Rizka, kenapa lo ?”

Dua orang wanita berdiri di depan mereka. Akhirnya orang yang ia tunggu datang juga. Mereka adalah Sally dan Dona, teman baik Rizka. Mereka memang berencana menghabiskan malam minggu ini bersama di kafe ini. Banyak yang merekomendasikan kafe ini karena live music-nya. Mungkin 10 jam lagi mulai.

“Nggak. Ayo duduk. Kok lama banget sih ?”

“Macet banget. Lo dah lama ?” Dona dan Sally duduk di depan Rizka.

“Yaelah. Nenek gondrong juga tahu kali Don kalau Jakarta pasti macet. Gw dah 20 menit nungguin kalian.”

“20 menit doang. Mas-mas minta menunya dong,” Dona berkata kepada pelayan yang baru saja lewat.
Pelayan itu datang sambil membawa dua buku besar yang berisi daftar menu.

“Lo belom pesen kan Riz ?”

“Belom. Yang enak disini apa ya mas ?” kata Rizka sambil membolak-balikkan menu.

      “Menu spesial yang banyak dipesan disini adalah surprised sirloin steak, bombastic fried rice, dan grilled chiken with volcano sauce. Kalau minumnya yang spesial itu ada Jus remang-remang, Ice gold capucino, dan cendol strawberry.”

      Akhirnya mereka memesan tiga menu yang judulnya aneh-aneh itu. Pelayan pergi dan mereka menunggu pesanan. Penyanyi live music sudah naik ke panggung, sedang bersiap-siap untuk tampil.

“Emang bener lo milih tempantnya Don, disini bagus banget,” kata Sally.

“Iya gw suka tempatnya. Dekorasinya modern minimalis, membuat pengunjung nyaman. Walau pengunjung ramai tapi tempatnya nggak berisik,” lanjut Rizka.

“Bukan itu maksud gw. Bagus dan indah tuh karena itu….” kata Sally sambil menunjuk ke sebuah arah dengan kepalanya.

Rizka dan Dona melirik ke arah tersebut. Sally menunjuk ke pria yang tadi sempat membuat Rizka ke-GR-an. Dia sedang duduk sendiri sambil mengamati penyanyi diatas panggung yang sedang cek sound.

      “Udah deh. Kok desperate banget sih jadi jomblowati. Lihat cowok bening dikit langsung jadi buas,” kata Rizka.

“Tumben lo Riz. Biasanya lo yang paling agresif diantara kita,” sahut Sally.

“Habis tadi….”

Rizka menceritakan insiden kecil yang dia alami.

“Hahaha. Lo sih GR banget. Tapi tuh cowok emang ganteng banget. Semua gebetan kita lewat deh. Kira-kira dia lagi nungguin siapa ya ?” kata Dona.

“Ceweknya ?”

“Kayaknya nggak deh. Harusnya kan cowoknya jemput ceweknya dan mereka sampai sini barengan.”
“Jadi…?” tanya Rizka.

“Dia sama kayak kita. Dateng ke kafe ini untuk menikmati makanan dan live music-nya,” kata Dona.

“Eh dia ngelihat ke arah kita.”

Dona, Rizka, dan Sally langsung sok jual mahal ketika pria itu tersenyum ke arah mereka. Langsung beribu harapan terpikirkan oleh mereka sebagai tanggapan atas senyum itu.

“Eh dia ngasih harapan tuh.”

“Apaan sih. GR banget deh.”

“Gimana kalau…., kita bertanding. Siapa yang berhasil tuker-tukeran nomor atau PIN, dia yang menang.”
“Hadiahnya ?”

“Ya tuh cowok.”

“DEAL,” kata mereka bersahutan. Refleks mereka langsung menutup mulut karena suara itu cukup menyita perhatian sekeliling.

Lagu pertama sudah berdendang. Sebuah lagu dari ten 2 five berjudul i will fly dimainkan dengan sangat apik oleh sang penyanyi.

“Siapa duluan ni ?”

“Gambreng aja.”

“Yuks ah.”

Oke giliran pertama Dona, Sally, lalu Rizka.

“Lo duluan gih Don.”

“Oke, lihat nih cara gw.”

Dona langsung mengeluarkan alat make upnya. Dia memastikan kecantikannya berada di posisi tertinggi. Lipstik, eyeliner, blush on, sudah oke. Dona berjalan ke arah pria itu yang sedang serius mendengarkan live music. Dona melewati depan pria itu dengan anggun.

“Mbak-mbak,” pria itu berdiri dan memanggil Dona.

“Yaa,” kata Dona sambil membalikkan badannya dengan dramatisir. Dress yang ia kenakan sedikit tersibak oleh gerakan tubuhnya. Ia menyibak poninya yang panjang sambil menatap pria itu dengan halus.

“Dompetnya jatuh,” kata pria itu sambil menyodorkan sebuah dompet berwarna merah muda.

“Sepertinya itu bukan dompet saya.”

“Dan pasti ini juga bukan dompet saya. Tadi saya lihat dompetnya terjatuh dari tas Mbak.
Pria itu menyipitkan matanya.

“Apakah semua dompet merah muda punya saya ? Mungkin itu dompet pacarnya mas.”

“Saya belum punya cewek mbak. Mbak ini…,” pria itu membuka dompet itu dan melihat sebuah kartu.

“Mbak ini Dona Doradora kan ? Fotonya juga sama ?”

“Iya saya Dona, kamu ?” Dona langsung menyodorkan tangannya.

“Rudolf,” pria itu menjabat tangan Dona namun dengan wajah yang masih kebingungan.

“Kayaknya emang bener deh ini dompet saya. Terima kasih ya Rudolf. Ini….” Dona mengeluarkan selembar lima puluh ribu dan memberikannya kepada Rudolf.

“Oh nggak usah mbak. Saya Cuma kebetulan melihat dompet mbak jatuh. Sudah kewajiban saya untuk mengembalikannya.”

“Mbak ? Panggil aja Dona.”

“Iya Dona. Saya nggak bisa nerima. Lagipula saya nggak kekurangan uang kok.”

“Memangnya kamu setajir itu sampe nggak doyan 50.000.”

“Ya saya kan udah punya kerjaan yang bagus jadi nggak ada masalah keuangan.”

“Emang kamu kerja dimana ?”

“Saya kerja sebagai supervisor sebuah perusahaan minyak.”

Cring-cring-cring. Dona langsung membayangkan betapa sempurnanya pria ini; ganteng, tajir, baik pula.

“Oh yaudah.”

Dona memasukkan kembali uang 50.000 itu ke dompetnya. Dona melotot sambil melihat ke arah dompetnya. Ekspresi kaget.

“Hah ???”

Dona langsung pingsan atau tepatnya pura-pura pingsan dan mendaratkan tubuhnya kearah  Rudolf. Dengan relfeks Rudolf menangkap tubuh Dona. Jreng, adegan Dona jatuh ke pelukan Rudolf.

“Brengsek si Dona. Ngapain dia pura-pura pingsan segala,” komentar Sally dari mejanya.

“Dona, kamu kenapa ?” kata Rudolf sambil menepuk pelan pipi Dona. Dona membuka matanya perlahan. Rudolf mendudukan Dona di kursi.

“Kartu kreditku hilang. Gimana dong ?” Dona langsung mengggenggam erat tangan Rudolf sambil memancarkan mata yang berbinar-binar. Rudolf menarik tangannya dari genggaman Dona.

“Yang benar, coba saya lihat.”

Rudolf langsung mengambil dompet merah jambu itu dan mengeceknya.

“Ini ada…,” kata Rudolf sambil mengeluarkan sebuah kartu berwarna kuning.

“Ya ampun, ceroboh sekali aku sampai tak melihatnya. Terimakasih ya Rudolf. Kamu baik sekali,” Dona langsung memeluk Rudolf selama beberapa detik untuk menunjukkan rasa terimakasihnya.

“Kamu baik rudolf. Kalau kamu nggak mau terima uangku. Kamu harus terima ini,” Dona menyerahkan sebuah kartu. Itu kartu nama. Rudolf mengambilnya.

“Kamu punya kartu nama ?”

“Nggak punya.”

“Tapi nomor punya kan ?” Dona langsung mengeluarkan ponselnya.

“Punya.”

“O8…., berapa ?” Dona menatap Rudolf dengan halus.

“Oh, 08….”

Tak lama kemudian Dona kembali ke mejanya.

“Gw berhasil.”

“Buaya lo Don. Sok-sok agresif gitu,” kata Sally.

“Bodo. Yang penting gw berhasil dapetin nomornya.”

“Gimana ? Dia kerja dimana ? Udah punya cewek ?” tanya Rizka.

“Cari tahu sendiri dong.”

“Oke giliran gw. Kalau misalnya kita bertiga dapetin nomor tuh cowok gimana ?”

“Ya persaingan berlanjut ke tahap pendekatan.”

“Fine. Siapa takut. Lihat nih cara gw. Cowok kayak gitu itu harus dimenangkan dengan cara romantis.”

“Banyak omong lo. We need evidence not your talk.”

Sally berdiri dan langsung menuju ke panggung live music. Dia berbicara beberapa kalimat ke penyanyi yang kebetulan tepat sekali sedang diantara jeda dua lagu. Tak lama kemudian Sally sudah siap bernyanyi. Memang pengunjung diperbolehkan menyumbangkan suaranya.

“Hedeh tuh anak. Tahu deh yang jago nyanyi,” komentar Rizka.

“Mau nyanyi apa tuh ?”

“Ya satu lagu dari Carly Rae Jepsen berjudul Call me maybe.”

Hey i’ve just met you and this is crazy but here’s my number so call me maybe.” Sally sedikit menunjuk ke arah Rudolf ketika menyanyikan reffnya.

Satu lagu sudah dinyanyikan dengan sangat apik oleh Sally. Semua terpukau olehnya, termasuk rudolf. Dia memang berbakat dalam menyanyi. Sally mengucapkan terimakasih dan turun dari panggung. Dia berjalan menuju meja Rudolf. Rudolf melemparkan senyum kepadanya.

“Hei boleh minta tanda tangannya,” kata Sally menyodorkan secarik kertas dan bolpoin ke Rudolf.

“Hah ?” Rudolf menyipitkan matanya.

“Kamu ini penyanyi Petra Sihombing kan ?” kata Sally polos.

“Bukan….”

“Nggak usah bohong. Saya ini fans berat kamu,” Sally duduk di kursi sebelah Rudolf.

“Tapi saya bukan Petra. Memangnya mirip ya ?”

“Menurut aku mirip. Jadi kamu bukan Petra ?”

“Bukan.”
 
“Buktinya ?”

Rudolf mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan KTPnya. Dona langsung membaca dan menghafalkan semua data di KTP itu.

“Oh jadi kamu ini Rudolf ya.  Maaf saya pikir Petra. Saya nyanyi bagus-bagus biar kamu tertarik, siapa tahu lagi butuh penyanyi duet.”

“Nggak apa-apa. Saya suka kok sama suara kamu. Bagus.”

“Makasih.Ini di KTPnya status belum kawin. Ini belom di update ya datanya.”

“Nggak. Emang begitu adanya.”

“Tapi paling sebentar lagi ganti kali ya.”

“Kayaknya masih lama mbak.”

“Mbak…? Kenalin, saya Sally. Usia saya 25 juga kok, sama kayak kamu.”

Mereka pun bersalaman. Lima detik, tujuh detik, sepuluh detik. Rudolf menarik tangannya dari Sally yang tak mau melepaskan.

“Oh jadi masih lama tuh status berubah. Eh ceweknya mana ? Kamu sendiri aja ?”

“Oh kalau cewek saya belum punya Mbak…, eh Sally maksud saya.”

“Emang zaman sekarang nyari perempuan yang baik-baik itu susah ya. Jarang yang nyari bener-bener suka bukan karena tampang dan harta,” kata Sally lembut.

“Ehm…,ya.”

“Eh ini KTPnya.” Sally menyerahkan KTP Rudolf.

“Pekerjaan karyawan swasta. Karyawan dimana ?”

“Oh salah satu perusahaan minyak asing.”

Wuih gaji gede nih kayaknya. Sally langsung berpikir kalau pria ini begitu sempurna; ganteng, tajir, baik. Sally melihat Rudolf tanpa kedip selama beberapa saat.

“Kenapa ?”

Sally langsung memasang wajah murung. Dia menunduk.

“Loh kenapa ?”

“Kamu mengingatkan saya dengan mantan saya. Muka kalian mirip.”

“Kenapa emang sama mantan kamu ?”

“Saya sangat mencintai dia. Kami sudah jadian selama 4 tahun. Kami saling mencintai. Namun suatu malam…., dia mengalami kecelakaan. Hiks-hiks.”

“Aduh jangan nangis dong,” Rudolf terlihat bingung harus bertindak bagaimana.

“Kalimat terakhir yang dia ucapkan kepada  saya adalah…, dia sangat mencintai saya.”

Sally langsung memeluk tubuh Rudolf. Rudolf terlihat kaget dengan perbuatan Sally. Pengunjung kafe yang lain terlihat sama bingungnya dengan Rudolf.

“Selama ini aku selalu setia walaupun dia sudah meninggal, tapi ketika melihat kamu…, sepertinya Tuhan menghidupkannya lagi. Kalian begitu mirip.”

“Sally, mungkin kita berdua hanya mirip namun kami berbeda,” Rudolf mengelus rambut Sally dan kemudian mencoba melepaskan pelukan Sally. Dia mulai risih.

“Berjanjilah untuk menjadi…, paling tidak temanku. Bantu aku untuk lepas dari mantanku.”

“Baik-baik aku bantu kamu.”

“Terima kasih Rudolf. Boleh minta nomor kamu ?”

“Iya…, catet ya 08….”

Tak lama kemudian Sally kembali ke meja dengan wajah senang. Dia mengangkat ponselnya dan menunjukkan secara sekilas ke Dona dan Rizka.

“Gw berhasil. Dia mau jadi temen gw. Gila tuh cowok sempurna banget deh. Pokoknya gw yang bakal dapetin.”

Dona dan Sally melihat ke arah Rizka. Rizka menarik nafas panjang. Sekarang giliran dia. Dia mengambil jeda selama 10 menit. Sebuah strategi sudah terpikirkan olehnya.

”Oke giliran gw. Kalian boleh mencari mangsa lain karena dia akan menjadi milik gw. Lihat nih cara gw.”
Rizka berdiri dan menuju ke meja Rudolf.

“Hei.”

“Eee, hei,” Rudolf bingung mendapati wanita asing datang ke mejanya.

“Maaf ya.”

“Maaf atas apa ?”

“Maaf atas kelakuan dua sepupuku ya.”

“Oh jadi Sally dan Dona itu sepupu kamu.”

“Iya…,” kata Rizka sambil duduk di samping Rudolf.

“Agak aneh sih kelakuannya. Sebenarnya ada apa sih ?”

“Begini mas….”

“Rudolf.”

“Begini Rudolf, sebenarnya mereka itu lagi marahan sama suami-suami mereka.”

“Mereka sudah nikah ?”

“Sudah. Memangnya mereka tidak bilang begitu ?”

“Tidak. Mereka bertindak seakan mereka masih single.”

“Ya ampun…, sebegitunya mereka. Jadi mereka lagi bertengkar sama suami mereka. Kalau di Dona karena suaminya  nggak bisa ngasih uang belanja buat dia. Dona sih mintanya 100 juta. Ya hari gini duit segitu kan gede.”

“100 juta sebulan ? Buat apa ?”

“Ya buat belanja-belanjanya si Dona. Dia memang gila belanja. Dia Cuma mau sama cowok yang tajir dan yang kelihatannya tajir seperti mas.”

“Gila sih 100 juta sebulan.”

“Kalau si Sally lagi bertengkar sama suaminya karena dia mau dinas keluar kota selama 1 minggu dan dia nggak diajak.”

“Loh apa yang harus dibertengkarkan ?”

“Sally itu amat sangat posesif. Dia nggak akan ngebiarin suaminya pergi kemanapun tanpa ada pengawasan, bahkan ke kamar mandi. Dia itu agak…, psyco.” Rudolf langsung memasang tampang takut.

“Ya jadi mereka sekarang ini lagi cari yaah…, pelampiasan lah. Lebih baik kamu hati-hati ya Rudolf.”

“Oke-oke terima kasih Infonya….”

“Rizka, nama saya Rizka.”

“Jadi dompet jatuh dan mantan yang meninggal itu bohong ?”

“Emmm, ya pasti bohong.”

“Ya ampun….”

“Kenapa Rudolf ?”

“Saya ngasih nomor saya ke mereka lagi. Kalau mereka nelpon atau SMS gimana ?”

“Gini aja. Kita tuker-tukeran nomor. Kalau misalnya mereka hubungin kamu, kamu hubungi saya biar saya kasih tahu harus gimana biar terhindar dari mereka. Oke ?”

“Oke terima kasih.”

“Ngomong-ngomong ada apa itu di bibir kamu.”

“Apa ?” kata Rudolf sambil memegang bibirnya.

Rizka mengambil tisu dan mengusap bibir Rudolf. Dia melirik Dona dan Sally di meja seberang dengan tatapan menantang.

“Eh aku pegang-pegang gini nanti ada yang marah lagi.”

`     “Semoga nggak.”

“Loh emang cewek kamu mana ? Lagi ke toilet ? Atau belum dateng ?”

“Saya belum punya cewek.”

Tak lama kemudian Rizka kembali ke meja. Yang terpenting dia berhasil kenalan, mendapat nomor dan gerbang untuk mengalahkan dua saingannya. Dia yakin kali ini dia yang akan menang.

“Wah ternyata kita bertiga berhasil. Berarti saingan tetap berlanjut ya,” kata Dona.

“Siapa takut,” kata Rizka dengan senyum licik.

Mereka kembali menikmati makanan dan musik yang merdu.

“Eh-eh lihat deh cowok yang baru dateng itu…,” Sally menunjuk ke pria muda yang baru memasuki kafe.

“Gw baru tahu kalau Christian Sugiyono, Marcel Chandrawinata, dan Dude Harlino main satu sinetron, memperebutkan seorang wanita, dan pada akhirnya si wanita melakukan poliandri dan menghasilkan anak seganteng itu,” komentar Dona.

“Eh, eh cari tahu nomor teleponnya lagi yuk,” ujar Sally sambil memandangi pria itu tanpa kedip.

“Terus si Rudolf ?”

“Kunci sama ban aja ada serepnya, masa cowok nggak.”

“Setuju.”

Pria itu berjalan ke arah mereka bertiga. Dengan refleks, ketiga wanita itu tersenyum centil kearahnya. Pria itu berjalan dengan tegap dan melewati mereka.

“Gayanya cool. Keren banget.”

“Bodynya itu menggoda iman bo.”

“Gila senyumnya buat gw melting.

Oke siapkan rencana ah buat tahu nomornya. Mereka bertiga langsung memikirkan hal itu. Pria itu berjalan ke meja Rudolf. Mereka bersalaman.

“Oh jadi dia temennya Rudolf,” gumam mereka bertiga pelan.

Setelah bersalaman, Rudolf dan pria itu…. cup. Mereka berciuman dari bibir ke bibir selama dua detik.

“YAELAAAH,” ketiga wanita itu bergumam.

Pesan moral : nobody’s perfect, just love someone imperfect perfectly.
*

Ge-er

Ge-er 

gr

Bus berwarna merah itu mulai datang dari kejauhan. Bertuliskan transjakarta dengan lambang burung yang aku sendiri tak pernah mencari tahu burung apa itu. Kali ini yang datang adalah bus gandeng.  Semua yang berdiri di barisan ini bersiap mengambil ancang-ancang bagaikan pelari jarak dekat yang menunggu ledakan tanda start dimulai. Antrian cukup panjang pagi ini.

Perlahan tapi pasti bus itu mulai memasuki halte. Selain harus berjuang untuk mendapat PW, aku juga harus memastikan make up, rambut, dan bajuku tidak kusut atau luntur. Bagaimanapun aku harus selalu terlihat cantik walau sedang bunge jumping. Ciiiit, bus berhenti dan pintu terbuka. Berhubung ini halte kedua, maka tidak terlalu ramai. Ciaaaat, semua berbondong-bondong masuk dalam sebuah barisan.

Dapat duduk tidak ya ???? Sayangnya hari ini bukan hari keberuntunganku. Di spot khusus penumpang wanita sudah penuh. Aku melihat ke deretan wanita yang sedang duduk. Semuanya angkuh, sudah pasti tak ada yang mau mengalah untuk memberiku duduk. Siapa aku juga, aku masih 26 tahun, belum nenek-nenek. Fisikku juga sempurna, bisa berdiri tanpa cacat, sudah pasti kalau di spot khusus wanita pasti bakal berdiri.
Bus mulai berjalan. Biasanya butuh waktu 45 menit agar aku sampai ke kantor dengan transit satu kali. Aku menyelinap ke belakang, ke spot campuran pria dengan wanita. Nah kalau disini masih ada kesempatan aku bisa duduk. Aku sudah ahli menggunakan jurus berdiri kaki pegal karena mengenakan highheels. Pasti cowok-cowok disitu iba dan memberiku duduk.

Aku berdiri dan berpegangan dengan sedikit mengetuk-ngetuk kaki ke lantai. Tak lupa dengan tampang sedikit melirik ke pria-pria yang sedang duduk itu. Tak butuh waktu lama sampai….

“Mbak silakan duduk,” kata salah seorang pria yang mereleakan kursinya.

Berhasiil, berhasil, berhasil hore. Aku langsung tersenyum dan berterimakasih kepada pria itu. Haaah leganya duduk. Berbicara tentang busway, berbagai macam orang bisa berkumpul disini. Yang paling banyak adalah pekerja kantoran tentunya. Selain itu juga ada pelajar, Anak muda yang mau jalan-jalan, turis asing, dan masih banyak lagi yang jelas dan nggak jelas.

Aku paling senang dengan pekerja kantoran yang rapi dan wangi apalagi kalau cowok, ganteng dan masih muda. Yaiyaalah, aku masih cewek normal, masih jomblo pula. Aduuh udah lampu kuning ini untuk segera menikah. Ibu di kampung juga sudah mulai rewel. Masalahnya aku belum nemu cowok ganteng, kaya, baik dan nggak homo yang mau sama aku. Kalau udah nemu mah langsung deh hajar ke pelaminan.

Beruntungnya aku pagi ini adalah, yang duduk disebelahku adalah cowok high quality idaman setiap wanita dari luarnya. Keluarin ceklistnya. Centang Ganteng, Centang body oke, centang rapi, centang wangi, centang berkharisma. Oke yang masih harus di cek adalah masih single, ga homo, tajir, dan baik. Dia sedang memainkan HPnya yang seharga 8 juta. Tajir nggak sih ? Mungkin. Jarang banget nemu cowok yang bisa memenuhi semua kriteria di ceklistku ini.

Aku mengeluarkan kaca make upku, ituloh yang ada bedaknya kalau dibuka. Oke, penampilanku oke banget kok. Kalau dia nggak gay pasti tertarik. Pertanyaannya gimana ya cara biar aku sama dia berinteraksi. Ciiiit. Bus tiba-tiba ngerem mendadak. Pria itu sedikit tak seimbang dan menyenggolku. Kaca make up yang aku pegang terjatuh. Bedaknya berhamburan dan kacanya retak.

“Aduuuh,” eluhku.

“Maaf-maaf mbak,” kata pria itu.

Yes, Apakah ini jawaban atas doa-doaku kepadamu Tuhan ? Dengan mudahnya aku bisa berinteraksi dengan cowok ini. Masa bodoh deh sama bedak dan kacanya, begituan mah di abang-abang juga banyak.

“Lain kali hati-hati ya mas…. Haduh gimana yaaa…” kataku dengan sedikit kesal. Aku harus bisa temukan jawaban agar sepanjang perjalanan aku bisa berinteraksi dengan dia.

“Aku ganti deh mbak. Harganya berapa ?”

“Itu limited edition mas. Aku beli di Paris dua minggu lalu,” aku berbohong. Padahal itu beli pas obral kemarin di ITC.

“Yah mahal ya ?”

“Nggak apa-apa kok mas. Mas nggak perlu ganti.”

“Tapi kan itu mahal.”

“Nggak apa-apa. Aku bisa beli lagi minggu depan. Kebetulan aku mau ke Paris lagi minggu depan.”

“Ooh. Kalau begitu aku minta maaf ya,” kata pria itu. Ia lalu kembali mulai fokus ke ponselnya.
Tidak. Jangan sampai pembicaraan berhenti sampai disini. Perasaanku mengatakan pria ini bukan sekedar pria yang lewat dalam kehidupanku. #OverPD #OverGR.

“Jasnya bagus mas.”

“Terimakasih,” katanya sambil melihat ke jas cokelat muda yang ia kenakan.

“Kamu single ?”

“Ya.”

“Kamu homo ?”

“Nggak,” kata pria itu agak kaget

“Kerja dimana ?”

“XXX (ga mau sebut merek, pokoknya perusahaan bonafit)”

Waah rezeki nomplok ni. Tinggal apakah dia baik plus tajir atau nggak maka semua yang ada di ceklist bisa dicentang nih. Dari gelagatnya sih dia baik. KAlau dari tempat kerjanya sih dia tajir. Haduh kayaknya jodoh ni.

“Namaku Bella,”

“Eee. Aku Arya. Kerja dimana ?”

“Di kantor XXX daerah XXX (nggak mau sebut merek).”

“Baru ya naik busway ? Aku nggak pernah lihat.”

“Iya. Ini pertama kali naik busway.”

“Biasanya naik apa ?”

“Naik mobil.”

“Loh mobilnya kemana ?”

“Yang satu lagi di bengkel yang satu lagi dipinjem sama adik.”

Tuh kan mobilnya aja ada dua pasti tajir. Oke centang deh tajir. Terus dia rela minjemin mobilnya ke adiknya terus dia naik busway. Kurang baik apa coba. Centang deh baiknya. Tunggu, siapa tahu besok dia nggak akan naik busway lagi, berarti aku harus dapet cara agar aku sama dia harus berinteraksi lagi. Paling nggak aku dapat nomor teleponnya deh.

“Mbak, mbak ?” Arya melambaikan tangannya didepanku. Aku tak sadar dan melamun yang tidak-tidak.

“Mbak,” Arya menepuk pundakku.

“Eh nikah yuk,” kataku dengan relfeks.

“Hah ?”

“Emm maksudku. Turun yuk. Kamu turun di halte ini kan buat transit ? Aku juga.” Aku tahu letak kantor perusahaan bonafit itu dan aku tahu rutenya. Dia akan transit di halte yang sama denganku namun akan naik bus dengan arah berbeda denganku.

“Oh ya.”

Aku dan pria itu berdiri. Wuah ternyata ramai sekali busway. Saking fokusnya sama dia sampe nggak ngeh dengan sekitar. KAmi menyelinap dan keluar busway. Kami berjalan di koridor halte, menuju halte seberang untuk transit. Ah gimana ini cara dapetin nomor teleponnya. Oh ya.

“Ini kartu nama aku. Boleh minta kartu namamu ?”

“Aduh maaf, aku lagi nggak bawa,” katanya sambil membaca identitas kartu namaku.

Aduh gimana nih ? Masa sih aku langsung nembak boleh minta nomor teleponnya.

“Mbak aku kesana dulu ya, mbak kesana kan ?”

“Oh ya.”
 
“Senang bertemu denganmu Bella.”

Aku melambaikan tanganku sambil senyum kearahnya. Yaaah, Romeoku pergi. Masa sih aku ngaku kalau kantorku tiba-tiba pindah. Perlahan tapi pasti dia menghilang dari jarak pandangku. Ya TUhaaan, kalau misalnya aku berjodoh dengannya, tolong pertemukan aku dengannya lagi. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh, seakan mau menukar setengah nyawaku agar doa ini bisa terkabul.

Dengan murung aku berjalan kearah halte. Sebentar…, kok HPku nggak ada ? Paniiik. HP satu-satunya dan cicilannya belum lunas pula.  Biasanya aku taro di kantong sebelah kanan. Yang tadi duduk di sebelah kananku adalaaah Arya. Ah masa sih dia maling ? Mungkin aja ini modus baru, memanfaatkan kegantengan untuk mengalihkan perhatian cewek kayak aku dan dia diam-diam nyolong. Haduuh.

*
“Gw nyaris kecopetaaan,” suara itu memecah keheningan pagi. Dia rekan kerjaku. Hey, lo Cuma nyaris gw udah kecopetan pagi ini. Aku sudah menelpon ke nomoroku dan sudah tidak aktif. Pasti SIM cardnya sudah dibuang deh.

“Gimana ceritanya lo bisa kecolongan ?”

“Yang mau nyopet cowok, muda, ganteng, gaya kantoran. Dia sok-sok ngajak kenalan padahal aslinya mau nyolong HP.”

“Terus gimana ceritanya dia bisa ketahuan ?”

“Gw nyadar HP gw hilang. Gw yakin banget sebelum naik busway tuh HP ada di kantong. Yaudah gw tembak aja tuh cowok. Gw teriak maling sambil nunjuk tuh cowok. Eh bener ternyata di tasnya udah ada HP gw. Kayaknya ni modus baru deh. Huh tampang boleh aja ganteng. Bilangnya juga dia kerja di perusahaan bonafit lah. Eh tahu-tahunya maling.”

Tuh kan bener. Aku ketipu tampang ganteeeeng. Siaaal, HP Gw ilang.
*

Jam pulang kantor. Saatnya kembali berkutat dengan ramainya busway. Ampun deh kalau jam pulang. Soalnya udah lelah ditambah desek-desekan juga. Rasanya pingin deh ngedorong semua orang ini biar aku punya ruang buat jogged leluasa di busway. Untung masih bisa dapat tempat duduk dispot khusus wanita. Emang paling aman di spot khusus cewek ini.  Aku masih belum bisa mengikhlaskan kalau HPKu ilang ditangan cowok yang luarnya sempurna itu.

Jreng-jreng-jreng. Itu…., Arya. Dia terlihat di kejauhan sedang duduk di spot campuran pria dan wanita. Terlihat dia sedang berbicara dengan seorang wanita. Pasti itu mangsa barunya. Terimakasih Tuhan, engkau mempertemukanku dengan dia lagi…, namun kali ini untuk menghajarnya. Aku berdiri dan menyelinap di keramaian kearahnya. Sudah pasti, wajah tampan itu adalah Arya.

Aku melihat ponsel yang digenggam Arya. Loh itukan ponselku. Jelas-jelas tadi pagi dia menggunakan ponsel lain yang harganya 8 juta itu, well aku yakin ponsel 8 juta itu juga hasil colongan. Aku langsung teriak sambil menunjuk Arya.

“Maliiing.”

Semua penumpang busway melihat ke Arah Arya. Arya hanya diam seribu bahasa. Aku berjalan dan mengambil ponsel yang dia pegang. Akhirnya ponsel ini kembali padaku.

“Dia maling. Ini HP saya. Mbak HP nya belum hilang kan ?”

Wanita muda yang duduk di samping Arya mengecek HPnya, masih ada di kantungnya.

“Itu HP saya,” kata Arya.

“HEH, jelas-jelas ini HP gw. Tadi pagi HP lo bukan ini. Dasar maling.”

Terlihat penumpang busway lain mulai bereaksi. Mereka mulai melihat Arya dengan pandangan marah. Wah mau baku hantam nih. Biar deh, biar dia kapok. Yak 1,2,3 bagbugbagbug. Dengan wajah babak belur Arya dikeluarkan dari busway dihalte berikutnya. Kasihan juga sih dan sayang banget kegantengannya jadi ternoda seperti itu.

Aku melihat ke ponsel ini. Model dan warnanya sama persis dengan punyaku. Gila, semuanya sudah diganti, mulai dari nomor, theme, memory card, pokoknya semuanya deh. Ini HPku bukan sih ? Kok aku jadi ragu sih. Lets say kalau dia itu maling handal yang pintar menyembunyikan jejak. Yang penting HP-ku kembali.

Kos sweet kos. Aku langsung berbaring di kasur kos yang empuk dengan pakaian lengkap. Aku melirik ke meja di samping kasur. Loh ini HP-ku. Jadi…, bukan ilang toh tapi ketinggalan. Ponselku dalam keadaan mati karena baterainya sudah habis. Ini kan ponsel pasaran, ada ratusan orang yang punya ponsel model dan warna ini. Haduuuh, aku sudah memfitnah seseorang nih jadinya. Haaah, begonian aku. Aku menyalakan ponselku. Sepuluh SMS langsung masuk ke HP-ku. Semua dari 1 nomor tak dikenal. Baru dikirim beberapa menit lalu.

“Heh cewek gila, seenaknya aja menuduh gw maling……”

Ini pasti Arya. Dia tahu nomorku dari kartu nama yang aku berikan. Baru kali ini merasa nggak enak sama seseorang sampe segede ini. Aku langsung menelpon balik ke nomor itu. Lihat sisi positifnya, aku jadi punya alas an untuk bisa berinteraksi dengannya. Kenapa Tuhan menskenariokan interaksiku dengannya dengan cara seperti ini ya ? Pasti ada maksudnya.

Pesan moral : Sebelum menuduh, menuntut atau meminta orang lain, cobalah lihat dirimu sendiri. Apakah kamu sudah mampu untuk melaksanakan apa yang kamu tutut tersebut. The answer lie within yourselves

15 Resep Alami Penurun Kolesterol

KOMPAS.com - Banyak  tanaman yang secara turun temurun terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserida darah. Karena murah dan mudah didapat, tanaman ini banyak direkomendasikan.

Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya. Konsumsilah ramuan tersebut dengan komposisi dan dosis tertentu. Karenanya, cara membuat ramuan, komposisi, dosis, dan waktu pemakaian harus dipelajari dengan baik lagi benar.

Berikut beberapa resep peluruh kolesterol dan trigliserida yang diperoleh dari berbagai sumber :
1. Alpukat 

Alpukat mengandung asam folat, asam pantotenat, niasin, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, fosfor, zat besi, kalium, magnesium, dan glutation, juga kaya akan serat dan asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan ini yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.
Bahan:  1 buah alpukat matang
Cara Pemakaian: Buah alpukat dimakan mentah. Lakukan setiap hari.

2. Kubis  

Kubis (brassica oleracea var. capitate) yang juga disebut kol, mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, tinamide, dan betakaroten. Kubis juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.
Bahan: 1 buah kubis segar
Cara Pemakaian: Cuci kubis hingga bersih, lalu bilas dengan air matang. Potong-potong seperlunya, lalu dijus. Air sari kubis diminum sekaligus, lakukan setiap hari.

3. Belimbing manis  

Apa rahasia buah ini sehingga bisa mengusir kolesterol? Ternyata seratnya yang tinggi mampu mencegah penyerapan lemak hingga dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah tekanan darah tinggi. Serat yang tinggi juga memperlancar pencernaan. Sementara kandungan vitamin C-nya yang tinggi baik untuk antikanker.
Bahan: 2 buah belimbing manis ukuran besar
Cara Pemakaian: Buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan malam, masing-masing 1 buah.

4. Akar manis 

Tanaman yang memiliki nama asing licorice ini mengandung sejumlah zat seperti triterpenoid, flavanoid, asam ferulic, asam sinapic, biotin, asam amino dan beta-sitoserol.  Yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan akan manis dalam dosis besar jangka panjang. Ada laporan bahwa pemakaian akan manis dengan dosis 30-40 gram per hari selama 9 bulan menyebabkan kelemahan oto, hipertensi, edema dan kekurangan kalium.
Bahan: 10 gram akar manis
Cara Pemakaian: Akar manis direbus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring, lalu dibagi menjadi 2 kali minum, pagi dan malam hari.

5. Kacang Tanah 

Bahan: 1 genggam daun kacang tanah
Cara Pemakaian: Daun dicuci bersih, lalu diiris halus. Masukkan irisan daun ke dalam gelas, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Biarkan selama 40 menit, lalu disaring. Minum airnya selagi hangat dan sewaktu perut kosong.

6. TempeBahan: 100 gram tempe
Cara Pemakaian: Tempe dipotong-potong sesuai selera, lalu direbus, dikukus, atau dibacem. Tempe dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi.

7. Angkak
Sering disebut beras merah Cina, tanakan adalah sejenis cendawan berwarna merah, bernama Latin Monascus purpureus. Angkak bisa digunakan untuk membuat arak merah yang terbuat dari beras, sebagai bahan pengawet makanan, dan untuk obat. Berdasarkan penelitian, angkak mampu menurunkan kadar kolesterol darah.
Bahan: 1 sendok teh angkak
Cara Pemakaian: Angkak ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Minum airnya selagi hangat. Lakukan setiap hari.

8. Labu siam
Bahan: 1 buah labu siam ukuran sedang
Cara Pemakaian: Buah labu dikupas, potong kecil-kecil dan dijus atau diparut, peras airnya dan saring. Kumpulan airnya diminum sekaligus.

9.    Sambiloto 

Bahan: 20 gram herbal sambiloto kering
Cara Pemakaian: Direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.

10. Jamur kuping putih 

Bahan: 10 gram jamur kuping putih kering
Cara Pemakaian:Jamur putih dipotong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan sedikit pemanis buatan. Setelah dingin, airnya diminum dan jamurnya boleh dimakan.

11.    Bawang merah 

Bawang merah (Cepae bulbus), mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah. Bahan: 20 gram bawang merah segar
Cara Pemakaian: Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.

12.    Bawang putih 

Bawang putih (Allii bulbus), bahan aktifnya s-allyl cysteine, suatu komponen thioallyl yang mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik. Studi di Munich University, Jerman, menemukan bahwa menambahkan bawang putih ke dalam diet akan menurunkan kolesterol jahat sekitar 10 persen dalam empat bulan. Mengonsumsi bawang putih segar sering jadi masalah bagi banyak orang karena rasa yang tidak enak dan aromanya menyengat.
Bahan: 1-2 siung bawang putih
Cara Pemakaian: Bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari. Namun ada cara lain supaya lebih mudah masuk ke tubuh kita. Bawang putih bisa dikreasikan dengan buah-buahan yang enak, menjadi jus kaya manfaat.

13. Kunyit

 Dengan nama latin Curcumae domesticae rhizoma, tumbuhan ini juga berkhasiat melancarkan darah dan energi vital, menghilangkan sumbatan, sebagai peluruh kentut dan haid, mempermudah persalinan, antibakteri, antiinflamasi, serta memperlancar pengeluaran empedu ke usus.
Bahan: 10 gram rimpang kunyit segar
Cara Pemakaian: Rimpang kunyit dibersihkan, lalu diiris tipis-tipis. Rebus dalam air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 kali sehari, selama 12 minggu.

14. Temulawak 

Tanaman bernama latin Curcumae rhizoma ini mempunyai aktivitas kolagoga (memperlancar pengeluaran empedu ke usus).
Bahan: 3 jari rimpang temulawak segar
Cara Pemakaian : Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

15. Seledri
Seledri (Apii graveolentis radix), akarnya mengandung asparagin, pentosan, glutamin, tirosin, manit, zat pati, lendir, dan minyak atsiri. Khasiatnya memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing.
Bahan: 30 gram akar seledri segar
Cara Pemakaian: Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu minum sekaligus.

Rabu, 12 Februari 2014

MIDNIGHT MEMORIES - ONE DIRECTION

MIDNIGHT MEMORIES - ONE DIRECTION

[Harry] 
Straight out of the plane to a new hotel 
Just touched down, you could never tell 
Big house party with a crowded kitchen 
People talk shh but we don't listen
[Louis] 
Tell me that I'm wrong but I do what I think 
Way too many people in the Adison Lane 
Now I'm in the age where I know what I need, oh wow

[Chorus] 
Midnight memories, oh oh oh 
Baby you and me
Storming in the street 
Singing, singing, singing, singing
Midnight memories, oh oh oh 
Baby where we go? 
Never say no
 Just do it, do it, do it, do it 
  
[Liam]
5 foot something with the skinny jeans 
Don't look bad, baby follow me 
[Niall]
I don't know where I'm going but I'm finding my way
Same old shh but a different day 
[Louis] 
Tell me that I'm wrong but I do what I think 
Way too many people in the Adison Lane 
Now I'm in the age where I know what I need, oh wow 

[Chorus] 
Midnight memories, oh oh oh
Baby you and me
Storming in the street 
Singing, singing, singing, singing 
Midnight memories, oh oh oh
Baby where we go? 
Never say no 
Just do it, do it, do it, do it 

[Niall] 
You and me and all our friends
 I don't care how much we spend 
Baby this is what the night is, oh, oh, oh
[Harry] 
I know nothing's making sense
For tonight left death with them 
I don't wanna stop till get me oh
 
[Chorus] 

Midnight memories, oh oh oh 
Baby you and me 
Storming in the street 
Singing, singing, singing, singing
 Midnight memories, oh oh oh 
Baby where we go? 
Never say noJust do it, do it, do it, do it 

Belajar Cara Edit Template Blogger Supaya Keren

Belajar Cara Edit Template  Blogger Supaya Keren

Mengedit Template yang ada di Blogspot memang saya akui bukan pekerjaan yang mudah, dimana kita tidak diberi ruang yang bebas dalam melakukan pengeditan. Walaupun tidak seluasa saat kita Membuat Website, namun jangan khawatir dengan kreatifitas yang Anda miliki, kita bisa 'menembus' batasan tersebut

Baik. tanpa perlu berlama-lama, sekarang langsung saja kita mulai pembahasan Cara Edit Template Blogger milik Anda supaya menjadi lebih keren.

Catatan : Disini saya akan mengedit Template Sederhana bawaan Blogger yang ada di urutan 1.


Alasan utama saya memilih Template ini adalah karena Ringan dan cukup Mudah jika kita ingin mengedit seluruh bagian Template, karena sudah tersedia comment dari pihak Blogger untuk memudahkan kita mengenali setiap bagian dari kode xml template tersebut.

Contoh comment :

  •  /* Content ------------ */ ( menandakan kode kode css yang ada dibawahnya untuk mengatur tampilan isi )
  • /* Header ------------*/ ( menandakan kode kode css yang ada dibawahnya untuk mengatur tampilan atas template, seperti misalnya judul blog )

Lalu kapan kita mulai mengedit Template Blogspotnya ? sebentar, dalam mengedit sebuah tampilan sebuah blog, kita tidak wajib untuk terjun langsung kedalam sourcenya. Yang pastinya itu akan berisi ribuan kode CSS, JS, dan HTML yang akan membuat Anda dan saya bingung 7 keliling.

Lalu apa solasinya, *eh solusinya ? mudah saja kita bisa menggunakan beberapa Tool yang sudah dibundling oleh Browser kita, misal di Chrome ada Developer Tool, dan di Mozilla juga ada tool bernama Web Developer, keduanya memiliki fungsi yang sama tentunya. (namun saya lebih memilih punyanya Chrome karena lebih simple tampilannya).

Langkah Mengedit Template Blogger Supaya Keren

Saya ingatkan sekali lagi, untuk alatnya saya menggunakan Chrome Developer Tool dan untuk bahannya saya menggunakan Template Sederhana Blogger.

  1. Menghilangkan Navigasi Bar Template


    Langkah awal kita akan merombak tampilan depan, yang jadi masalah ada Navigasi Bar yang (menurut saya) sedikit membingungkan kita saat ingin melakukan pengeditan template. Untuk itu kita akan menghilangkannya.

    Caranya, klik kanan dimana saja, lalu pilih Inspect Element. Selanjutnya kita akan sedikit bermain-main dengan alat yang mempunyai ikon kaca pembesar atau sering disebut selector.

    Mengedit Template Blogspot Dengan Developer Tool

    Sekarang arahkan kursor Anda tepat dipojok kiri bawah Navigasi Bar tersebut (intinya hingga semua tertutupi dengan warna biru), contoh seperti gambar dibawah ini.

    Belajar Cara Edit Template Blogger Supaya Keren gambar 1

    Lalu lihat sebelah kanan bawah layar Anda, tulisan Matched CSS Rules, lalu tambahkan kode 'display: none;' tanpa tanda kutip. Cara menambahkannya klik pada simbol '}' lalu tinggal Anda ketikkan perintah 'display: none;' dan lenyap sudah Navigasi Bar tersebut.

    Catatan : Untuk menghilangkan Navigasi Bar tersebut sebenarnya ada dua cara, yaitu dengan visibility: hidden dan display: none. Bedanya, kalau hidden itu hanya menyembunyikan, sementara none itu benar-benar menghilangkan. Jika masih bingung silahkan Anda coba, dan lihat perbedaanya.

  2. Mangganti Warna Background Template


    Cara kedua ini bisa dibilang yang paling penting ya, karena jika salah dalam memadukan warna, bisa jadi pengunjung akan kabur. Dan langkah untuk Mengganti Warna Template ini sama saja seperti waktu kita ingin menghilangkan Navigasi Bar tadi.

    Pertama tentu klik dulu kaca pembesarnya, lalu arahkan ke tempat yang ingin Anda ganti Backgroundnya, contoh saya ingin mengganti warna background hanya dibagian sisi kanan dan sisi kiri, maka akan saya arahkan ke sebelah kiri template. Lalu saya ingin mengubahnya menjadi warna abu-abu muda, ya tinggal saya tambahkan kode css 'backgorund-color: #f2f2f2'.

    Lihat gambar dibawah ini agar tidak bingung.

    Belajar Cara Edit Template Blogger Supaya Keren gambar 3

  3. Menambahkan Border Pada Sisi Template Tertentu


    Yah, sekali lagi tak jauh beda dengan 2 Cara diatas, seperti biasa Anda arahkan dahulu pada bagian yang ingin Anda tebali dengan garis (border).

    Contoh saya ingin memberi border pada pembatas sisi kiri dan kanan, caranya tinnggal saya tambahkan 'border: 1px solid gainsboro;' ini merupakan selektor bertingkat ya, jadi border akan berwarna abu-abu (gainsboro mirip gray).], memiliki garis yang padat (tidak putus-putus) dan mmemiliki ketebalan 1px.

    Hasilnya seperti gambar dibawah ini.

    Belajar Cara Edit Template Blogger Supaya Keren gambar 4

    Lanjut semisal kita ingin menambahkan ruang diatas judul, semisal untuk penempatan iklan. Caranya cukup kita tambahkan 'div' dibawah class='content-cap-top cap-top' Lalu edit css divnya dengan value :

    border: 1px solid gainsboro;
    height: 40px;
    background-color: #FDF5F5;
    border-bottom: 0;
    padding-top: 20px;
    font-size: 20px;
    text-align: center;

    Alasan saya menuliskan 'border-bottom: 0' adalah untuk menghilangkan garis yang bertumpuk antara div yang kita buat dengan content-inner.

    Dan hasil akhir akan seperti gambar dibawah ini.

    Hasil Akhir Belajar Cara Edit Template Blogger Supaya Keren

Sekian semoga membantu^^